Luasnya Rahmat Allah
"Yā nafsu lā taqnaṭī min zallatin 'aẓumat, innal kabā'ira fil-ghufrāni kallamam."
"Wahai jiwaku, janganlah berputus asa karena suatu dosa yang besar. Sesungguhnya dosa-dosa besar, bila dibandingkan dengan luasnya ampunan Allah,adalah seperti Dosa kecil."
Bait Burdah ini bukan sekadar rangkaian kata yang indah, tetapi merupakan panggilan lembut kepada hati yang sedang terluka. Imam Al-Bushiri tidak berbicara kepada orang lain, melainkan kepada dirinya sendiri. Seolah beliau berkata, "Wahai jiwaku, jangan menyerah. Jangan biarkan dosamu membuatmu menjauh dari Allah."
Betapa sering manusia merasa dirinya terlalu kotor untuk kembali kepada Allah. Kesalahan demi kesalahan membuat hati dipenuhi rasa malu, hingga akhirnya muncul bisikan, "Allah tidak akan mengampuniku." Padahal, itulah salah satu tipu daya yang paling berbahaya: membuat seorang hamba berputus asa dari rahmat Tuhannya.
Allah tidak pernah menutup pintu taubat bagi hamba yang ingin kembali. Selama napas masih berhembus dan matahari belum terbit dari barat, jalan pulang itu tetap terbuka. Yang Allah kehendaki bukan hamba yang tidak pernah berdosa, tetapi hamba yang sadar, menyesal, lalu kembali memohon ampunan-Nya.
Bait ini mengajarkan bahwa sebesar apa pun dosa manusia, rahmat Allah jauh lebih besar. Samudra ampunan-Nya tidak akan berkurang hanya karena dosa seluruh makhluk. Maka jangan biarkan masa lalu menghalangi langkah menuju Allah.
Jika hari ini hatimu penuh penyesalan, jadikan penyesalan itu sebagai awal taubat, bukan akhir harapan. Air mata yang jatuh karena takut kepada Allah lebih berharga daripada kesombongan orang yang merasa dirinya selalu suci.
Jangan lelah melangkah menuju Allah. Sebab, yang paling dicintai-Nya bukan hamba yang tidak pernah jatuh, tetapi hamba yang setiap kali jatuh selalu bangkit dan kembali kepada-Nya.
#AmpunanAllah
#RahmatAllahLuas
#KatakataNasihat
#Burdah
#masjidsyuhada
Masjid Syuhada
@masjidsyuhada.balam
#LuasnyaRahmatAllah #masjidsyuhada


